Pemeriksaan KIPEM lagi… (kamis, 9 Agustus 2007 )
Kemarin malam hari kamis 9 Agustus 2007 terjadi pemeriksaan KIPEM lagi di jalan akasia denpasar-bali. Ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan penghuni kos di jalan akasia ** no **.
Sebelumnya ketika saya melakukan ritual sembahyang saya melihat ada 1 orang pecalang mondar-mandir di depan kos. Kecurigaan terbukti bahwa akan ada pemeriksaan KIPEM. Beberapa orang temen di kos juga kena pembayaran. Karena kita tidak memiliki KIPEM maka kita masing-masing dikenakan :
- Rp. 10.000,- untuk yang pelajar atau kuliah
- Rp. 20.000,- untuk yang bekerja
Perhatian : semua penghuni kos berasal dari Bali. Ada dari Klungkung, Karangasem dan lain-lain.
Kipem dan para pecalang (katanya sih pecalang : anggota keamanan banjar/desa setempat). dateng kalau masa berlaku kipem habis, tapi kalau masih berlaku, diundang pun mungkin tidak datang (mungkin) ? saya cuma sebagai pendengar yang baik.
Penghuni kos : "Pak saya punya KTP denpasar, cuma di jalan gunung agung. Trus saya kos disini untuk kepentingan PPL (praktek pengajaran lapangan). Gimana ? "
Pecalang : "Anda kan tinggal disini, mandi disini, buang sampah disini dan lain-lain ?"
Penghuni Kos : "Trus apa hubunganya ? Saya kan tinggal disini, bayar disini, tetap bayar iuran sampah". Dalam hati berpikir (emang Bapak Pecalang yang buang sampah "bukannya Truk DKP yang buang sampah", mandi disini ("emang bapak yang bayarin air pam yang saya gunakan"), tinggal disini ? "emang bapak yang bayarin saya kos ?")
Pecalang : "Bayar aja Rp 10.000,- dik"
Penghuni Kos : "Bawa aja KTP saya besok saya bayar"
Bagaimana sih aturan yang jelas tentang KIPEM ? Apa, bagaimana, keuntungan dari KIPEM itu ?
Penting : Uangnya kadang-kadang bisa ditawar lho…. bisa 5000 lho….
Habis memungut uang KIPEM, saya lihat keluar dijalan ada para pecalang yang berkumpul (entah melakukan aktifitas apa saya kurang mengetahuinya). Kalau anda mau tanya : tanya aja orang/anak kos yang tinggal di jalan akasia……..
Maaf hanya pengalaman yang ditulis, digunakan hanya untuk mempebaiki Bali menjadi lebih baik lagi.
Salam, semoga Bali makin baik.

